Puluhan Kapal Wisata Pariaman tertahan di dermaga karena pendangkalan

Mawardi Tombang
Kamis, 8 Agustus 2019 15:24:56
Ilustrasi

Pariaman, (ANTARA) KANALSUMATRA.COM - Puluhan kapal wisata di Kota Pariaman, Sumatera Barat tidak bisa berlayar mengantarkan wisatawan ke pulau, karena tertahan di dermaga akibat terjadinya pendangkalan dan penumpukan pasir di ujung muara sungai.

"Pendangkalan terjadi disebabkan angin dari arah Selatan sehingga mengubah arah ombak yang berakibat pada penumpukan pasir di ujung muara Pariaman," kata pengusaha kapal wisata pulau Zainal Efendi di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan karena pendangkalan tersebut setidaknya lebih dari 40 unit kapal wisata tidak bisa melayani wisatawan ke pulau, bahkan belasan kapal nelayan tidak bisa melaut.

Pemerintah daerah berencana pada awal 2020 akan mengubah arah muara, agar nantinya tidak mengalami hal yang sama namun menurutnya realisasi tersebut masih lama sementara masalah penumpukan pasir ini perlu tindakan cepat.

"Langkah cepatnya dengan memasang mesin untuk menyedot pasir, dan membuangnya sehingga kapal bisa bisamelewatinya," katanya.

Ia menyadari pendangkalan di ujung muara tersebut disebabkan oleh alam, namun menurutnya hal tersebut bisa diatasi dengan pengerukan..

"Oleh karena itu kami berharap Pemerintah Kota Pariaman segera menangani terkait hal ini," ujarnya.

Sementara pemilik kapal nelayan Darmawan mengatakan pada awal terjadinya pendangkalan, pihaknya memaksakan memasukkan kapal ke dermaga yang berada di muara sehingga berakibat pada kerusakan kapal.

"Setidaknya ada dua hingga tiga unit kapal yang rusak karena memaksakan masuk," kata dia.

Karena pendangkalan ini lanjutnya, saat ini ada dua kapal yang tidak bisa memasuki muara untuk bersandar di dermaga.

Sementara nelayan yang kapalnya bersandar di muara Pariamanmengalami kerugian puluhan juta karena tidak bisa melaut. (*)

Lainnya
GKSB DPR RI Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda
GKSB DPR RI Kutuk Serangan Israel ke Aqsha, Sebut Negara Barat Jangan Standar Ganda
Siswa Sekolah Perikanan di Aceh Tewas, Diduga Dianiaya
Rejang Lebong Kembali Longsor
Tanggap Darurat di Lampung Selatan Diperpanjang Dua Pek
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1