Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak

Amar
Jumat, 13 Desember 2019 17:31:28

Solok, KANALSUMATERA.com - Soal ujian agama SD di Kecamatan Junjung Sirih, Solok, Sumbar, viral lantaran ada salah satu pertanyaan yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW. Pemerintah setempat pun memerintahkan ujian ulang. Begini awal mula kejadiannya.

Berdasarkan dokumen yang disampaikan Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag), Rohmat Mulyana, Kamis (12/12/2019) malam, awalnya soal ujian dibuat oleh seseorang kemudian diserahkan ke tim editor. Dari tim editor, soal diteruskan ke percetakan.

Setelah diadakan ujian semester pada Senin (9/12), ditemukan adanya kesalahan pertanyaan di nomor 13 oleh Kepala SDIT Junjung Sirih. Kesalahan pertanyaan itu kemudian dilaporkan ke Korwil dan MKKS SD Kecamatan Junjung Sirih lewat WhatsApp. Namun tiba-tiba pertanyaan yang salah itu viral di media sosial.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Solok, kemudian memanggil pembuat soal dan tim editor serta Korwil Junjung Sirih untuk menanyakan permasalahan tersebut pada Rabu (11/12). Tim editor dan Korwil kemudian mengakui kesalahannya dan telah membuat pernyataan.

Selanjutnya, pertemuan antarsejumlah pihak digelar di Dinas Pendidikan pada Kamis (12/12). Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pendidikan beserta Kabid, Kemenag Solok, Ketua MUI, Polres, tim pembuat soal, tim editor, Korwil Junjung Sirih, hingga sejumlah guru agama.

Baca: 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin

Hasil pertemuan tersebut menyatakan permohonan maaf dari Korwil atas nama guru di Junjung Sirih. Ditegaskan juga bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam kesalahan penyusunan soal tersebut.

Terkait kasus ini, polisi memeriksa sejumlah orang terkait naskah soal ujian mata pelajaran Agama Islam di SD Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumbar. Soal ujian semester kelas IV SD ini digunakan di Kecamatan Junjung Sirih. Sedangkan di kecamatan lain, naskah ujian mata pelajaran Agama Islam berbeda dengan di Junjung Sirih

"Semua pihak terkait kita periksa, termasuk tim penyusun naskah ujian," ujar Kapolres Solok AKBP Ferry Suwandi saat dihubungi Rabu (12/12).

Sementara itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Solok, Sumbar, memerintahkan ujian ulang mata pelajaran agama di SD Kecamatan Junjung Sirih.

"(Tindak lanjut) yang jelas dari Dinas Pendidikan membatalkan naskah soal dan memerintahkan ulang ujian Agama," kata Kadisdikpora Solok Zulkisar saat dihubungi terpisah.

Baca: Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim Gabungan Sisir Sungai Kampar

Siswa kelas IV SD di Junjung Sirih, Solok, sebelumnya mengikuti ujian semester mata pelajaran agama pada Senin (9/12). Namun naskah soal ujian ini viral karena diduga menyinggung Nabi Muhammad SAW pada pertanyaan nomor 13.

Kadisdik sudah mengumpulkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan. K3S ini disebut Kadisdik bertanggung jawab atas pengerjaan naskah soal ujian.

"Sebenarnya tidak ada kesengajaan. Editor memperpendek kalimat, itulah akhirnya meresahkan," sambung Zulkisar.

Berikut ini pertanyaan nomor 13 yang menjadi sorotan.

Di bawah ini yang merupakan sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani adalah..."

Baca: Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik Periksa Semua Pihak

A. Malas belajar

B. Mengerjakan tugas sekolah

C. Menjaga nama baik guru dan sekolah

D. Menjaga nama baik orang tua.

Padahal naskah asli ujian menurut Zulkisar adalah:

Selaku umat Nabi Muhammad SAW patut meneladani sikapnya. Sebagai pelajar, yang tidak patut kita contoh dari penyataan di bawah ini adalah:

A. Malas belajar

B. Mengerjakan tugas sekolah

C. Menjaga nama baik guru dan sekolah

D. Menjaga nama baik orang tua

sumber: covesia.com



Lainnya
Refleksi dan Outlook Politik 2025: BKSAP DPR RI Angkat Sejumlah Isu Sebagai Diplomasi Parlemen
Refleksi dan Outlook Politik 2025: BKSAP DPR RI Angkat Sejumlah Isu Sebagai Diplomasi Parlemen
Vaksinasi Harus Terus Digesa, Presma UIR: Kapan Perlu K
Mahasiswi STIE Raih Juara Pertama Lomba Karya Tulis Ilm
Kapolda Bengkulu: Kades Jangan Takut Gunakan Dana Desa
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi