Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Keluarga Minta SAR Periksa Pulau Sertung

Kanama
Kamis, 10 September 2026 09:01:34

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Keluarga salah satu dari lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau meminta Tim SAR memperluas pencarian hingga ke Pulau Sertung. Kamis (10/09/2026).

Permintaan itu disampaikan Desi Purnama, istri jurnalis ANTARA M Bagus Khoirunnas, setelah mendapat informasi yang mengarah pada kemungkinan rombongan sempat berada di sekitar Pulau Sertung.

Desi mengatakan, salah satu pemandu dalam speedboat, Heriyanto, sempat mengirim foto keberadaan rombongan melalui grup aplikasi pesan pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 18.13 WIB.

Baca: Dua Jasad Kembali Ditemukan di Pesisir Seruyan, Total 9 Jenazah

Dalam foto tersebut terlihat Gunung Anak Krakatau dengan kepulan asap putih. Berdasarkan kondisi dalam foto, keluarga memperkirakan gambar itu diambil dari kawasan dekat Pulau Sertung.

Desi juga mengungkapkan bahwa suaminya sebelumnya sempat membicarakan kemungkinan rombongan turun ke Pulau Sertung.

Baca: 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Ini Kronologi dan Upaya SAR

"Sempat ngomong juga, 'Bisa nggak turun di Sertung?'," kata Desi kepada Gubernur Banten Andra Soni.

"Nah, Bang Yandi ini ngasih rekomendasi, 'Kalau memang nggak memungkinkan, nggak usah turun.' Tapi kan kita nggak tahu, Pak, mereka di sana kayak gimana. Mereka turun atau nggak, kita nggak tahu," katanya.

Karena itu, Desi berharap Pulau Sertung dapat diperiksa apabila kondisi di lapangan memungkinkan. Namun, ia mengaku mendapat informasi bahwa Tim SAR belum dapat turun ke pulau tersebut.

Baca: Kapolda Banten Ungkap Kendala Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

"Tapi informasinya kan nggak bisa, Pak, turun di Sertung. Itu gimana, Pak? Nggak memungkinkan katanya," ucapnya.

Gubernur Banten Minta Informasi Ditindaklanjuti

Baca: SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Drone Termal Disiapkan

Gubernur Banten Andra Soni yang berada di Pos SAR Nasional Pantai Marina Carita kemudian berkomunikasi dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banten, Al Amrad.

Andra meminta informasi mengenai kemungkinan keberadaan rombongan di sekitar Pulau Sertung tersebut segera ditindaklanjuti.

"Iya, informasi ini kan ditindaklanjuti ya, Pak, ya?" kata Andra kepada Amrad.

Al Amrad menjelaskan bahwa Tim SAR sebelumnya baru mencapai bagian luar Pulau Rakata. Pencarian di wilayah tersebut terkendala kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Sampai ke situ (Rakata), Pak. Sampai ke situ, hanya karena pas kondisi itu sudah mau malam, terus anggota saya balik. Balik karena... karena memang kondisi angin kan masih, asap tebal," ujarnya.

Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan kawasan Krakatau berada dalam radius sekitar 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Wilayah tersebut menjadi area berisiko karena aktivitas vulkanik gunung berada pada Level III atau Siaga.

Delapan Orang Masih Dicari

Sebanyak delapan orang dilaporkan hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi bergerak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (07/09/2026).

Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berangkat bersama Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan bertolak dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tengah meningkat.

Hingga pencarian diperluas, keberadaan delapan orang tersebut masih belum diketahui. Tim SAR gabungan juga menghadapi tantangan berupa kondisi angin dan asap tebal di sekitar kawasan pencarian. (SM)



Lainnya
PLTU Mangkrak di Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Hibrida, Listrik Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
PLTU Mangkrak di Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Hibrida, Listrik Lebih Murah dan Ramah Lingkungan
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan
Sekda Minta BPR Pekanbaru Kejar Piutang yang Belum Tert
Terungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Kematian Put
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Nasional
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Kumpulkan Menteri di Bogor untuk Jamuan Wakil PM Rusia
Bukan Rapat Kabinet, Prabowo Kumpulkan Menteri di Bogor untuk Jamuan Wakil PM Rusia
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI J
Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ri
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Pendidikan
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Kurikulum Pesantren di Kampar
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Kurikulum Pesantren di Kampar
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat