SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Drone Termal Disiapkan

Kanama
Rabu, 9 September 2026 09:59:30

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali dilanjutkan, Rabu (09/09/2026).

Tim SAR gabungan memperluas wilayah penyisiran setelah pencarian pada hari pertama belum menemukan keberadaan para jurnalis maupun kapal yang mereka gunakan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, pencarian difokuskan terhadap delapan orang yang berada dalam satu rombongan. Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.

Baca: Dua Jasad Kembali Ditemukan di Pesisir Seruyan, Total 9 Jenazah

Sementara tiga orang lainnya merupakan kapten kapal Warta (55), anak buah kapal (ABK) Surakman (60), serta pemandu perjalanan bernama Heriyanto (49).

"Namun hingga penyisiran berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian," kata Amrad dalam keterangannya, Selasa (08/09/2026).

Baca: 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Ini Kronologi dan Upaya SAR

Memasuki hari kedua operasi, tim SAR melakukan evaluasi terhadap hasil pencarian sebelumnya. Area penyisiran kemudian diperluas dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan perkembangan di lapangan.

"Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi, dan kondisi di lapangan," katanya.

Pencarian Udara Terkendala Abu Vulkanik

Baca: Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Keluarga Minta SAR Periksa Pulau Sertung

Selain memperluas pencarian melalui jalur laut, Basarnas Banten menyiapkan dua drone termal untuk membantu menemukan rombongan yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Penggunaan drone menjadi alternatif karena pencarian menggunakan helikopter maupun pesawat belum memungkinkan. Abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menyebar sehingga menghambat operasi udara.

Baca: Kapolda Banten Ungkap Kendala Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan dua drone termal tersebut berada di kapal KN SAR Tetuka dan nantinya dapat diterbangkan untuk memantau kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal," kata dia

Sebelumnya, KN SAR Tetuka telah melakukan penyisiran hingga sekitar pukul 22.00 WIB pada Selasa (08/09/2026). Kapal kemudian bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.

Keputusan tersebut diambil karena kondisi laut yang kurang bersahabat serta jarak pandang yang terbatas sehingga pencarian pada malam hari dinilai tidak efektif dan berisiko bagi keselamatan tim.

"Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan," kata dia.

Berangkat dari Carita untuk Liputan Anak Krakatau

Lima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat dari Dermaga Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Mereka menggunakan kapal untuk menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau guna melakukan peliputan aktivitas vulkanik pada Senin (07/09/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala Desa Sukajadi, Sandi, mengatakan perjalanan tersebut pada awalnya direncanakan sebagai perjalanan pulang-pergi.

"Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info," katanya, Selasa (08/09/2026).

Sebelum hilang kontak, salah satu jurnalis sempat membagikan lokasi terakhir kepada rekannya di Lampung pada sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan terputus.

Dalam perkembangan sebelumnya, tim SAR memperkirakan rombongan berada di kawasan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Pencarian kemudian diarahkan berdasarkan titik komunikasi terakhir serta kemungkinan jalur yang dilalui kapal.

Hingga Rabu (09/09/2026), operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus memperluas penyisiran sembari memanfaatkan peralatan pendukung, termasuk drone termal, untuk menemukan lima jurnalis beserta tiga orang lainnya yang masih dalam pencarian. (SM)



Lainnya
Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Disesuaikan, Panglima Tindak Lanjuti
Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Disesuaikan, Panglima Tindak Lanjuti
Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis Kelola 2 Hektare Lah
Rendra Panca Anugraha Pecahkan Gelar Doktor Termuda
Pasukan TNI Baku Tembak dengan Kelompok Bersenjata di P
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab