Roy Suryo Soroti Perbedaan Ijazah Jokowi di Persidangan, Pertanyakan Emboss dan Watermark

Kanama
Kamis, 5 November 2026 15:03:10

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Persidangan kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, Roy Suryo menyoroti dokumen ijazah yang diperlihatkan Jokowi di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (05/11/2026).

Roy Suryo menilai terdapat sejumlah perbedaan antara ijazah yang diperlihatkan dalam persidangan dengan dokumen yang sebelumnya pernah dilihat dan diperiksanya di Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025.

Menurut Roy, perbedaan tersebut terlihat dari kondisi fisik dokumen, keberadaan emboss hingga tampilan watermark pada ijazah.

Baca: Sumpah Pemuda: Dari Ikrar Persatuan Menuju Perlawanan Terhadap Ketidakadilan

"Memang ijazah itu berbeda dengan ijazah tanggal 15 Desember. 15 Desember itu ijazahnya rapi, tidak ada rusak di bawah, tidak ada apa, lubang-lubang di bawah. Itu tadi jelas betul ijazahnya berbeda. Dan saya sudah memegang ijazah itu. Yang dikatakan ada emboss, ada nggak? Nggak ada," kata Roy saat jeda sidang di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Roy Suryo Pertanyakan Watermark Ijazah Jokowi

Baca: Sumpah Pemuda: Dari Ikrar Persatuan Menuju Perlawanan Terhadap Ketidakadilan

Selain kondisi fisik dokumen, Roy juga mempersoalkan tampilan watermark yang menurut pengamatannya berbeda dari ijazah yang pernah diperlihatkan pada Desember 2025.

Ia mengklaim watermark pada dokumen sebelumnya terlihat lebih jelas. Sementara itu, dokumen yang diperlihatkan dalam persidangan dinilainya memiliki tampilan berbeda.

"Tapi kalau watermark-nya memang diupayakan, tapi watermark-nya pun berbeda. Dengan tanggal 15, 15 Desember itu watermark-nya jelas banget, kelihatan diprint ulang. Yang ini tidak. Dan, memang ada foto yang kualitasnya sama dengan tanggal 15 Desember, yaitu pada berkas-berkas banyak sekali nanti akan kita periksa lagi. Berkasnya lama, fotonya baru. Tidak ada capnya tadi! Ada tadi ditempelkan di situ. Itu baru tadi. Jelas betul," katanya.

Baca: Dua Jasad Kembali Ditemukan di Pesisir Seruyan, Total 9 Jenazah

Roy mengaku memiliki pengalaman panjang di bidang fotografi dan percetakan. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu dasar pengamatannya dalam menilai tampilan foto maupun dokumen.

"Saya mata fotografer, mata tukang cetak yang sudah mencetak semenjak SMP. Semenjak saya dulu SMP. Jadi saya bisa mengenali foto itu asli, palsu," jelas dia.

Baca: 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Ini Kronologi dan Upaya SAR

Roy Singgung Kondisi Penglihatan dan Pendengaran Jokowi

Dalam kesempatan yang sama, Roy Suryo juga menyampaikan keinginannya untuk mempertanyakan kondisi pendengaran dan penglihatan Jokowi.

Menurut Roy, hal tersebut berkaitan dengan perbedaan persepsi mengenai istilah percetakan prima atau perdana yang sebelumnya menjadi bagian dari persoalan yang diperdebatkan.

Baca: Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Keluarga Minta SAR Periksa Pulau Sertung

"Benar nggak dia pendengarannya masih baik? Atau matanya masih baik? Karena banyak sekali laporan-laporan dia itu yang ternyata salah persepsi. Termasuk soal Perdana. Soal Prima. Apa yang saya katakan itu justru memang mengatakan bahwa waktu itu memang nggak ada yang namanya Perdana, Prima," katanya.

Roy Suryo Berstatus Terdakwa dalam Kasus Ijazah Jokowi

Baca: Kapolda Banten Ungkap Kendala Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Sebagaimana diketahui, Roy Suryo merupakan salah satu terdakwa dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Jokowi terkait polemik ijazah.

Jaksa mendakwa Roy Suryo menyebarkan informasi yang dinilai tidak benar mengenai ijazah Jokowi. Perkara tersebut diproses menggunakan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pernyataan Roy mengenai perbedaan dokumen dalam persidangan tersebut merupakan penilaian dan klaim pribadinya. Hal itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pemalsuan ijazah.

Baca: SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Drone Termal Disiapkan

Persidangan masih menjadi ruang bagi para pihak untuk menyampaikan keterangan, menguji bukti, serta memberikan argumentasi di hadapan majelis hakim.

Perkembangan perkara ini pun terus menarik perhatian masyarakat, terutama terkait polemik keaslian ijazah Jokowi yang kini bergulir melalui proses hukum. (SM)



Lainnya
Avika Raya Yolanda Banggakan Kampar Wakili Riau Pada Ajang Putera Puteri Pelajar Nasional 2026
Avika Raya Yolanda Banggakan Kampar Wakili Riau Pada Ajang Putera Puteri Pelajar Nasional 2026
Cerita Gian anak perantau asal Pesisir Selatan, tak per
Rencana Impor Bawang Putih Lebih Baik Ditunda
Pemerintahan AS Tutup, Makanan Mewah Gedung Putih Semen
Nasional
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai Kekalahan Pemilu Sela AS
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai Kekalahan Pemilu Sela AS
Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Preside
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hukum
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut P
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis